Fitokimia farmakognosi

C. edulis adalah anggota genus Caralluma yang sangat potensial dengan sejarah tradisional, fitokimia dan fitofarmakologi yang kuat, dan perlu eksplorasi lebih lanjut untuk senyawa timbal yang digunakan secara klinis.

Spesies Caralluma sebagian besar adalah ramuan abadi yang segar, beberapa di antaranya adalah spesies yang dapat dimakan. Tanaman ini memiliki latar belakang terapeutik yang luar biasa dalam sistem pengobatan tradisional. Telah direkomendasikan untuk pengobatan sejumlah gangguan medis seperti hipertensi, penyakit Alzheimer, rematik, masalah lambung dan kusta.


Temukan saya Ade Yolanda Putri (032) di 00.00-02.10

https://youtu.be/ps03fWunvug

Dikutip dari:

https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/31415132/

Komentar

  1. Bagaimana cara kita mengetahui adanya pencampuran obat mentah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Untuk mengetahui adanya pencampuran obat bahan mentah, maka yang harus kita lakukan adalah mempelajari karakteristik farmakognosi dengan fisikokimia dan analisis fluoresensi. Kita juga perlu mencari tahu standarisasi mikroskopik dan farmakope (seperti penetapan kadar abu tidak larut asam, kadar abu tidak larut air, kadar air secara destilasi) untuk mengidentifikasi dan autentifikasi (menggunakan pendekatan molekule) tanaman obat.
      Sehingga, dengan identifikasi dan autentifikasi tanaman obat tersebut, kita dapat membedakan mana simplisia yang sudah tercampur zat lain

      Hapus
  2. Jika adanya pencampuran obat mentah apa itu akan menyebabkan adanya pemalsuan simplisia,tolong jelaskan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pencampuran obat bahan mentah tidak sepenuhnya dapat kita sebut sebuah "pemalsuan". Tergantung konstituen yang dicampurkan dan apa khasiat farmakologis yang terdapat bila mencampurkan suatu obat bahan mentah. Pencampuran obat bahan mentah dengan zat lain kemungkinan dapat menyebabkan ketidakamanan dan bisa saja tidak berkhasiat farmakologis, maka dari itu perlu diperhatikan efek-efek farmakologisnya, juga standarisasi dari tanaman obat yang dimaksud

      Hapus
  3. Jika seorang Farmasi menjumpai adanya pencampuran bahan mentah yang akan menyebabkan kualitas simplisia obat tidak baik, bagaimana seharusnya tindakan seorang Farmasi dalam hal itu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tindakan yang harus dilakukan oleh seorang farmasis ketika menjumpai kasus pencampuran simplisia yang berakibat buruk bagi kualitas simplisia yaitu melakukan pengawasan dan mengurangi bila perlu memusnahkan bahan yang tidak baik (mengandung detoxifier), mencegah dan menjaga agar tidak ada bahan tercemar yang tercampur dalam simplisia.
      Juga sebelum dilakukannya produksi dan distribusi simplisia bahan obat, terlebih dahulu perlu diuji standarisasi, fitokimia dan fluoresensi.

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Farmakognosi Simplisia

Kimia Organik Hidrokarbon pertemuan 2

Matematika Farmasi RPS 15