MTK Farmasi RPS 10
Tekanan osmosis suatu larutan, dan dengan demikian tonisitasnya, dipe- ngaruhi oleh sejumlah partikel dalam larutan. Zat-zat yang terdisosiasi mengalami efek tonik lebih besar daripada zat yang tidak terdisosiasi. Oleh karena itu, semakin besar disosiasi semakin besar pula tekanan osmosis dan efek toniknya.
Pada Vidio dijelaskan mengenai cara perhitungan larutan isotonik dengan faktor disosiasi, bagaimana cara menghitung dan jelaskan jika yang isotonik itu adalah suatu obat.
BalasHapusUntuk menghitung larutan isotonik suatu obat paracetamol, kita perlu mengetahui konsentrasi awal obat dan faktor isotonisitas. Faktor isotonisitas dapat dihitung menggunakan jumlah partikel terlarut dalam larutan obat, yang dapat dihitung dengan menggunakan molaritas, molalitas, atau osmolalitas.
HapusNamun, karena paracetamol merupakan senyawa organik, rumus-rumus tersebut tidak berlaku secara langsung. Sebagai gantinya, dapat digunakan konsep osmolaritas, yaitu jumlah partikel terlarut dalam larutan per liter larutan. Untuk paracetamol, osmolaritas dapat dihitung dengan menggunakan rumus:
Osmolaritas = (konsentrasi awal paracetamol dalam g/L x faktor konversi) / berat molekul paracetamol
Faktor konversi untuk paracetamol adalah 1, dan berat molekul paracetamol adalah 151,16 g/mol.
Sebagai contoh, jika kita ingin membuat larutan isotonik paracetamol dengan konsentrasi awal 0,1 g/mL, maka osmolaritas paracetamol adalah:
Osmolaritas = (0,1 g/mL x 1) / 151,16 g/mol = 0,000662 osmol/L
Selanjutnya, kita dapat menghitung faktor isotonisitas paracetamol dengan membandingkan osmolaritas paracetamol dengan osmolaritas larutan fisiologis (biasanya 0,9% NaCl). Dalam hal ini, osmolaritas larutan fisiologis adalah:
Osmolaritas fisiologis = 0,9 g / 58,44 g/mol / 1 L x 6,022 x 10^23 = 1,308 x 10^22 osmol/L
Faktor isotonisitas paracetamol dapat dihitung dengan rumus:
Faktor isotonisitas = osmolaritas fisiologis / osmolaritas paracetamol = 1,972 x 10^19
Dengan faktor isotonisitas ini, kita dapat menghitung konsentrasi isotonik paracetamol dengan rumus:
Konsentrasi isotonik = konsentrasi awal paracetamol x faktor isotonisitas = 0,1 g/mL x 1,972 x 10^19 = 1,972 x 10^18 g/mL
Namun, konsentrasi isotonik paracetamol yang sangat tinggi ini tidak praktis dalam penggunaan medis. Sebagai gantinya, dapat digunakan konsentrasi isotonik yang lebih rendah, misalnya 0,01 g/mL atau 0,001 g/mL, yang masih dapat memenuhi syarat sebagai larutan isotonik paracetamol.
Selain faktor disosiasi kurang efektif sebagai patokan perhitungan, bagaimana cara menghitung tonisitas nya lagi
BalasHapusKenapa jumlah partikel dalam suatu larutan berpengaruh terhadap tonisitas nya?
BalasHapus