Kimia Organik RPS 15

Seluruh asam amino ini, kecuali glisin, bersifat kiral (semuanya merupakan asam amino seri-L- akan dibahas kemudian) dan diperkirakan sebuah obat kiral akan berinteraksi dengan reseptor-reseptor kiral ini secara berbeda dari enantiomer- nya.


https://youtu.be/YP1VOscvZsQ

Komentar

  1. Pada sumber yang saya baca glisin pada keadaan pengkatalisan dapat bersifat kiral juga? Jadi menurut anda apakah kekhasan sifat kiral sehingga dapat berikatan dengan reseptor

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dalam konteks pengkatalisan atau reaksi kimia tertentu, glicin dapat terlibat dalam pembentukan molekul-molekul yang bersifat kiral. Misalnya, dalam reaksi dengan senyawa lain, glicin dapat berikatan dengan atom atau gugus fungsional yang kiral, sehingga membentuk suatu produk yang bersifat kiral. Dalam konteks reseptor, molekul-molekul kiral dapat berikatan dengan reseptor yang juga bersifat kiral secara selektif, mirip dengan kunci dan lubang kunci. Interaksi antara reseptor dan molekul-molekul kiral ini dapat mempengaruhi proses biologis, seperti aktivitas enzim, transduksi sinyal, dan pengenalan zat kimia dalam sistem biologis.

      Hapus
  2. Apa hubungan reseptor,sifat kiral dan enantiomer dari suatu asam amino

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hubungan antara reseptor, sifat kiral, dan enantiomer dari suatu asam amino terkait dengan interaksi molekuler dan pengenalan zat kimia dalam sistem biologis.

      Sebagian besar asam amino yang terdapat dalam protein alami adalah molekul-molekul kiral, artinya mereka memiliki enantiomer yang bersifat kiral.

      Karena asam amino bersifat kiral, maka sifat-sifat fisik dan kimianya dapat berbeda antara enantiomer yang berbeda.

      Reseptor adalah molekul yang terdapat pada permukaan sel atau dalam sistem biologis yang berinteraksi secara selektif dengan molekul-molekul kiral atau enantiomer. Reseptor tersebut dapat mengenali dan berikatan dengan salah satu enantiomer secara spesifik, sering kali karena kekhasan bentuk dan struktur ruang tiga dimensi dari enantiomer tersebut. Interaksi antara reseptor dan enantiomer dapat memicu respons biologis, seperti aktivasi jalur sinyal, perubahan konformasi protein, atau aktivasi enzim.

      Hapus
  3. dari interaksi obat kiral dengan reseptor-reseptor kiral apa efek farmakologis dan farmakodinamik yang dihasilkan

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Farmakognosi Simplisia

Kimia Organik Hidrokarbon pertemuan 2

Matematika Farmasi RPS 15